Tikus dan Merpati
Suatu hari ada sekelompok dewan tikus sedang berdikusi tentang masalah setelah kemarau panjang. Kelompok ini dipimpin oleh tikus berkepala botak yang usianya sudah senja. Tikus-tikus itu mulai mengeluhkan banyaknya tanaman yang menjadi sumber makanan mereka mati kekeringan. Lagipula tempat mereka tinggal menjadi sepih, sunyi dan kurang bersemangat. Lalu pemimpin tikus mengusulkan bagaimana kalau mereka selama beberapa hari berdoa pada Sang Pencipta. "Kita kumpulkan tikus-tikus muda di negri ini untuk berdoa bersama, soal biaya kegiatan akan diminta di bank tikus bekerjasama dengan tkus-tikus kantor. Uang banyak itu sebagian untuk kegitan doa bersama, sebagian untuk mengawinkan tikus-tikus yang sudah mau kawin supaya kita dapat berpesta pora, menyanyi sampai larut malam. Sedangkan uang yang lain akan diberikan kepada pemimipin doa, dan rekreasi bersama karena lelah berdoa berhari-hari." Lalu tikus-tikus yang lain berkata: "Apakah bank tikus akan memberikan uang untuk kegiatan kita?" Kemudian ketua tikus memberi penjelasan bahwa masalah ini akan dibicarakan dengan tikus-tikus kantor. Sebelumnya bank tikus pernah memberikan uang secara cuma-cuma pada tikus-tikus lain. Uang yang mereka berikan telah digunakan oleh tikus-tikus untuk memperbaiki atau membangun sarang, membeli kendaraan, berbisnis, mendapatkan gelar yang besar. berpesta pora, melakukan perbuatan yang tak tahan cahaya dan sebagainya. Uang yang lain diberikan juga pada kelompok kerah hitam untuk penyediaan air bersih. Ketika tikus-tikus itu sibuk berdiskusi tentang kegiatan doa bersama, tiba-tiba seekor merpati yang hinggap di jendela mengeluarkan bunyi. Lalu tikus-tikus itu memandangnya dan berkata:"Apakah kamu mendengar semua percakapan kami?" Merpati menjawab : "ya". "Bagus kalau begitu", kata ketua tikus. "Sekarang bagaimana pendapat anda?", tanya ketua tikus. Merpati berkata, "Doa kamu tidak tulus". Kemudian sekelompok tikus itu berkata dengan suara bagaikan sekelompok paduan suara, "kamu seperti tidak tau siapa kami, nanti kami akan berdoa supaya dosa-dosa kami diampuni oleh Sang Pencipta. (Dari FB saya 11 November 2017
Suatu hari ada sekelompok dewan tikus sedang berdikusi tentang masalah setelah kemarau panjang. Kelompok ini dipimpin oleh tikus berkepala botak yang usianya sudah senja. Tikus-tikus itu mulai mengeluhkan banyaknya tanaman yang menjadi sumber makanan mereka mati kekeringan. Lagipula tempat mereka tinggal menjadi sepih, sunyi dan kurang bersemangat. Lalu pemimpin tikus mengusulkan bagaimana kalau mereka selama beberapa hari berdoa pada Sang Pencipta. "Kita kumpulkan tikus-tikus muda di negri ini untuk berdoa bersama, soal biaya kegiatan akan diminta di bank tikus bekerjasama dengan tkus-tikus kantor. Uang banyak itu sebagian untuk kegitan doa bersama, sebagian untuk mengawinkan tikus-tikus yang sudah mau kawin supaya kita dapat berpesta pora, menyanyi sampai larut malam. Sedangkan uang yang lain akan diberikan kepada pemimipin doa, dan rekreasi bersama karena lelah berdoa berhari-hari." Lalu tikus-tikus yang lain berkata: "Apakah bank tikus akan memberikan uang untuk kegiatan kita?" Kemudian ketua tikus memberi penjelasan bahwa masalah ini akan dibicarakan dengan tikus-tikus kantor. Sebelumnya bank tikus pernah memberikan uang secara cuma-cuma pada tikus-tikus lain. Uang yang mereka berikan telah digunakan oleh tikus-tikus untuk memperbaiki atau membangun sarang, membeli kendaraan, berbisnis, mendapatkan gelar yang besar. berpesta pora, melakukan perbuatan yang tak tahan cahaya dan sebagainya. Uang yang lain diberikan juga pada kelompok kerah hitam untuk penyediaan air bersih. Ketika tikus-tikus itu sibuk berdiskusi tentang kegiatan doa bersama, tiba-tiba seekor merpati yang hinggap di jendela mengeluarkan bunyi. Lalu tikus-tikus itu memandangnya dan berkata:"Apakah kamu mendengar semua percakapan kami?" Merpati menjawab : "ya". "Bagus kalau begitu", kata ketua tikus. "Sekarang bagaimana pendapat anda?", tanya ketua tikus. Merpati berkata, "Doa kamu tidak tulus". Kemudian sekelompok tikus itu berkata dengan suara bagaikan sekelompok paduan suara, "kamu seperti tidak tau siapa kami, nanti kami akan berdoa supaya dosa-dosa kami diampuni oleh Sang Pencipta. (Dari FB saya 11 November 2017
Komentar
Posting Komentar