Langsung ke konten utama

Dari Omnibus ke Rigorous

Dari Omnibus ke Rigorous
Seperti halnya Omnibus, pertama kalinya saya mengetahui pengertian tentang Rigorous ketika kuliah, membahasa tentang analisis varians tahun 2002 (semester 2). Rigorous menurut kamus bahasa Inggris berarti: keras, dengan teliti, setepat-tepatnya. Dalam ilmu pengetahuaan yang menggunakan metode ilmiah berarti penggunaan metodologi penelitian setepat-tepatnya. Hal yang dimaksud meliputi:
* Latar belakang masalah:
- rumusan masalah
-Tujuan penelitian
-Hipotesis penelitian
-Kegunaan penelitian
-Ruang lingkup
* Kajian Pustaka
* Metodologi Penelitian
-Rancangan penelitian
-Populasi & Sampel
-Instrumen penelitian: Validitas & Reliabilitas
-Pengumpulan data
-Analisis data
*Hasil penelitian:
-Deskripsi data
-Pengujian hipotesis -----> misalnya analisis varians, uji F
-Pembahasan
*Kesimpulan dan Saran.
Itulah komponen komponen atau bagian-bagian dalam suatu karya tulis ilmiah yang diperoleh melalui penelitian ilmiah dengan model kuantitatif atau kualitatif secara Rigorous.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

     

Perkawinan secara adat

                                                                 Perkawinan Secara Adat      Pengertian perkawinan menurut undang-udang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Suatu perkawinan dikatakan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan itu serta dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.     Perkawinan secara adat adalah suatu perkawinan yang dilakukan menurut hukum adat yang berlaku pada suatu masyarakat adat. Pasangan suami atau istri dalam perkawinan adat disebut: Pasangan Hidup. Sedangkan perkawinan resmi adalah suatu perkawinan yang sah yang dilakukan m...

KB Alami dan Penentuan Jenis Kelamin

  KB Alami dan Penentuan Jenis Kelamin        Apa jadinya kalau suatu bangsa penduduknya tidak ber-KB . Dapat diprediksi bangsa tersebut akan mengalami lonjakan pertumbuhan penduduk yang begitu pesat.  Kepadatan penduduk tidak dapat dihindari. Hal ini dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi. Apalagi kalau penduduknya kurang memiliki etos kerja, daya saing dan sumberdaya manusia yang mumpuni. Jumlah anak terlantar dan fakir miskin akan meningkat tajam. Jumlah penduduk bangsa Indonesia menurut data BPS berjumlah 275,77 juta.     Ada berbagai cara yang sudah dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan jumlah penduduk misalnya, Pil KB, alat kontrasepsi, vasektomi dan tobektomi, ada yang tidak bisa diterima oleh budaya atau agama tertentu.      Berkaitan dengan budaya dalam hal mengontrol angka pertunbuhab penduduk, hal yang sama dapat terjadi pada penentuan jenis kelamin untuk anak pertama pada suatu keluarga. Dimana ada bu...