Langsung ke konten utama

Kebodohan yang Terpelajar


                                                                   Kebodohan yang Terpelajar

Suatu malam ketika Pen Name sedang merenung tentang jalan hidupnya, tiba-tiba jatuh seekor cicak persis di depanya. Cicak itu jatuh menimpa sebuah cermin di atas meja, kemudian ia mengeluarkan bunyi bagaikan sebuah tanda. Lalu ia mengambil cermin itu dan melihat bayangan yang menatap lirih padanya. Bayangan itu bercerita tentang pengalaman hidupnya yang terjadi beberapa tahun terakhir. Katanya: " beberapa tahun ini aku "dikeroyok" oleh beberapa cendekiawan jebolan dan lulusan negeri Pizza, kolega mereka; politisi kelas teri sampai kelas kakap dan beberapa profesi lainnya, beserta simpatisan mereka; dari anak kecil sampai manula. Jiwaku menjadi babak belur, beberapa dari mereka menyebut aku gila, sesosok diri yang tercabut dari realitas kehidupan, terkucil dari hiruk pikuknya interaksi sosial (Umwelt, Mitwelt, Eigenwelt). Mereka berusaha mengganti jati diriku dan memaksaku untuk mengenakan beberapa topeng. Dengan sabar dan gigih aku memepertahankan topeng originalku, topeng-topeng yang terbentuk sejak dikandung ibuku, perpaduan antara 2 kromosom yang berbeda. Sekonyong-konyong tanpa aku sadari, aku telah makan dan minum ramuan yang melemahkan jiwa dan raga. Ramuan itu berasal dari tempat aku berpijak dan negeri nan jauh di sana, negeri Tirai Bambu. Tubuhku menjadi layu sambil menahan rasa sakit di siang hari dan berulang di malam hari. Aku tak tahu mengapa aku menjadi sasaran para cendekiawan itu, politisi, dan tokoh masyarakat. Aku tak mengerti. Mungkin aku bodoh. Lagi pula banyak informasi yang aku cernah, aku tidak mengerti, seperti kabar yang sesahkan dada dan membuat banyak orang marah, benci, dengki, dendam serta iri padaku. Aku tak dapat membendungnya karena arusnya terlalu kuat. Aku hanya terpaku pada lamunan dan mencoba menemukan jawaban sementara, sambil menduga-duga tanpa menghakimi. Apakah aku akan dikorbankan? Untuk apa? Menutupi aib? Uang? Prestise? atau perebutan kekuasaan? Semakin aku tidak mengerti dan terangsang untuk mencari jawaban dari semua keanehan ini. Memang saat belajar di perguruan tinggi aku memperoleh nilai baik karena mencontek (meniru). Terkadang nilaiku terbaik, namun tidak jarang terburuk, itu karena aku tidak mencontek. Ketika selesai studi aku merasa malu mencantumkan tanda akademik pada namaku. Lebih malu lagi ketika tahu aku oarang pertama yang menyelesaikan studi dari angkatanku. Pada saat ini kemaluanku bertanbah besar (perasaan malu), karena mulai percaya bahwa aku mendapatkan penghargaan yang besar. Aku terpaksa mencontek karena semakin sering belajar, semakin banyak yang aku tidak tahu. Bagaikan sebuah ungkapan ysng berbunyi: "Kebodohan yang terpelajar." Aku tahu hanya dengan mencontek dan menemukan pola yang cocok bagi diriku, aku bisa menyelesaikan studi dan bertahan dalam penderitaan atau tekanan. Itu merupakan sebuah mekanisme pertahan diri. Selain itu, berdoa pada Tuhan: "Tuhan, Bapa kami, jangan biarkan saya mati sebelum saya bisa sungguh-sungguh hidup dan sungguh-sungguh mencintai." Dengan wajah sumeringah bayangan itu berkata lagi: " memuliakan Tuhan berarti menjadi manusia yang hidup berkelimpahan, " bukan menjadi makhluk yang cuma duduk diam melongo di manapun dan kapan pun. Saat Pen Name menatap iba padanya dan seolah-olah akan mengusap wajahnya, bayangan itu menghilang secepat kilat seiring dengan padamnya cahaya di malam yang dingin itu. Tulisan ini dari FB saya,  23 September 2016.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

     

Perkawinan secara adat

                                                                 Perkawinan Secara Adat      Pengertian perkawinan menurut undang-udang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Suatu perkawinan dikatakan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan itu serta dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.     Perkawinan secara adat adalah suatu perkawinan yang dilakukan menurut hukum adat yang berlaku pada suatu masyarakat adat. Pasangan suami atau istri dalam perkawinan adat disebut: Pasangan Hidup. Sedangkan perkawinan resmi adalah suatu perkawinan yang sah yang dilakukan m...

NOL YANG BERHARGA ATAU X = 0

  Apa anda pernah melihat nilai nol pada hasil ujian pada suatu mata pelajaran atau matakuliah. Hasl nol itu dapat berarti seseorang memiliki nilai itu tidak mengetahui sama sekali atau "kosong"pengetahuannya pada saat menjawab pertanyaan saat batas waktu yang ditetapkan untuk menjawab pertanyaan. Dan menjadi lain pengertiannya ketika penilaiaan itu dilihat dari keseluruhan materi yang telah di ajarkan. Dalam ststistik terdapat 2 jenis data yaitu data diskrit dan kontinum. Data diskrit diperoleh dari hasil menghitung atau membilang, misalnya jumlah meja, kursi, mobil yang berpelat nomor hitam, dll. Contoh lain data nominal yang diperoleh dari penelitian eksploratif atau survei. Data kontinum diperoleh dari hasil pengukuran berupa data ordinal, interval dan ratio. Data ordinal ialah berjenjang atau berbentuk peringkat, jarak antara data tidak sama. Contohnya adalah rangking, nilai atara rengking 1 dan 2 tidak sama dengan jarak nilai rengking 2 dan 3.. Data interva...